Diposkan   26 Januari 2017   00:00   Admin   Pertanian

Jeruk Besar Pamelo

JERUK BESAR ( PAMELO )
 
Lokasi : Desa Colo, Japan, Dukuh Waringn, Tergo, Glagah Kulon, Kajar dan Kandangmas — Kec. Dawe.
 
Asal mula jeruk besar di Kudus ditanam di Kecamatan Kota sekitar daerah Menara Kudus. Pada tahun 1970-an tanaman ini puso oleh karena serangan CVPD. Sebelum puso sempat di kembangkan di Kabupaten Pati. Baru pada tahun l980-an tanaman ini berkembang di Desa Japan yang sampai saat ini menjadi pusat jeruk besar di Kabupaten Kudus.
 
Keadaan tanaman : Produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh iklim, apabila banyak curah hujan maka produksi jeruk besar dalam satu bulan dapat dipetik beberapa kali. Untuk musim kemarau (kurang air) jumlah produksi berkurang. Jeruk pamelo muria memiliki bentuk besar bulat dengan kulit hijau dengan bagian tangkai agak kekuningan, rasanya yang manis dan daging buahnya tidak kaku serta mempunyai kadar air yang banyak dan tidak berbau ( Jw : “sengir” ).
 
Pengembangan : Dengan adanya peminat jeruk besar dari luar daerah yang cukup besar, secara alami masyarakat mengem­bang­kan dengan cara mencangkok. Sekarang telah menyebar ke daerah daerah lain bahkan ada pesanan dari luar daerah. Melalui beberapa kegiatan proyek dilaksanakan bantuan bibit kepada petani di sekitar lereng muria. Secara rutin jeruk pamelo diikutkan dalam pameran-pameran agro di tingkat Jawa Tengah dan Nasional.
 
Hambatan : Yang menjadi hambatan pada tanaman jeruk besar adalah adanya serangan hama penggerek batang dan lalat buah. Penggerek batang berakibat turunnya produksi dan hama lalat buah menyebabkan menurunnya kualitas buah.