Diposkan   26 Januari 2017   00:00   Admin   Pertanian

Diversifikasi Pangan

Ketahanan pangan yaitu kondisi terpenuhinya pangan bagi RT yang tercermin dari tersedianya pangan yg cukup baik jumlah maupun mutunya , aman , merata dan terjangkau . Artinya secara fisik pangannya ada, secara ekonomi mampu membeli , memenuhi kebutuhan gizi individu , aman dikonsumsi , terpenuhi setiap waktu. 90 % Masalah kesehatan manusia terkait dg kualitas makanan yang dikonsumsi . Pengertian pangan yaitu Segala sesuatu yg diperuntukkan sbg makanan atau minuman bg konsumsi manusia, mengandung zat gizi bagi kesehatan, Tidak ada pangan yg superior.

DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN

yaitu kondisi tercapainya pola konsumsi pangan yg beragam dan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan hayati dan norma gizi , cita rasa, sosial , ekonomi , budaya dan agama. Konsep seimbang : Antara konsumsi zat gizi dg kebutuhan, Jumlah antar kelompok pangan, Jumlah antar waktu makan utk hidup sehat didapat dg konsumsi aneka ragam pangan
 
Diversifikasi Horizontal : Upaya utk menganekaragamkan konsumsi pangan dg memperbanyak macam komoditi pangan & upaya meningkatkan produksi dari macam-macam komoditi tsb
 
Diversifikasi Vertikal : Upaya utk mengolah komoditas pangan , terutama non beras sehingga mempunyai nilai tambah dari segi ekonomi , nutrisi maupun sosial
 
 
Siapa saja yang harus mendukung diversifikasi konsumsi pangan ??? 
PEMERINTAH melalui instansi terkait , MASYARAKAT Termasuk PKK , SWASTA Termasuk pengusaha dibidang pangan

Alasan mengapa perlu keragaman konsumsi pangan :
  1. Tidak ada satu jenis pangan yg superior
  2. Agar kebutuhan gizi terpenuhi
  3. Agar tdk tergantung satu komoditas pangan
  4. Kondisi saat ini tergantung sumber karbohidrat beras
  5. Agar dpt memenuhi kebutuhan pangan yg terus bertambah
  6. Utk menggerakkan roda perekonomian desa
  7. Agar tidak terjadi masalah kerawanan pangan&gizi
Upaya diversivikasi konsumsi pangan sudah ada sejak tahun 60-an :
  1974 : UPMMR ( Usaha Perbaikan Menu Makanan Rakyat)
  1989 : Ger. ACMI ( Aku Cinta Makanan Ind )
  1991/92 : Prog . Pemanfaatan Pekarangan
  1993 – 1998 : Diversifikasi Pangan dan Gizi ( DPG )
  1998/99 : Revitalisasi DPG
  2000 : Prog . Peningkt . Ketahanan Pangan
Belum berjalan sesuai dg yg diharapkan , hasilnya belum terlihat secara nyata , karena faktor social ( gengsi ), budaya , ekonomi , pengetahuan,dll :
  1. Beras lebih enak dan mudah diolah
  2. Konsep makan yg keliru , belum makan kalau belum makan nasi
  3. Beras sebagai komoditas superior
  4. Ketersediaan beras melimpah , harga masih terjangkau
  5. Pendapatan rumah tangga
  6. Terbatasnya teknologi pengolahan dan promosi pangan non beras ( pangan lokal )
  7. Kebijakan pangan yang tumpang tindih
  8. Adanya kebijakan impor gandum , jenis produk sampingannya yang jmlnya beranekaragam dg promosi yg gencar .
3 FUNGSI UTAMA ZAT GIZI
 
  1. Zat Tenaga ( Sumber energi ) : 50 – 60 % Merupakan sumber karbohidrat , contoh : beras , singkong , jagung , ubi jalar , talas , garut , dsb
  2. Zat Pembangun ( Sumber protein ) : 10-15 % Umumnya diperoleh dari lauk-pauk : tempe , tahu , telur , ikan , ayam , kacang-kacangan ( kedele , kc hijau , kecipir , kc. Tolo , kc. Koro )
  3. Zat Pengatur ( Lemak ) : 15-25% Termasuk didalamnya adalah buah dan sayur . Sayuran dianjurkan yg berwarna , banyak vit . C. Buah sebaiknya yg berwarna ( pepaya , pisang )
 
Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Gizi (P2KPG)
  1. Memberikan pendidikan DKP dimulai dari keluarga , lingkungan terdekat sejak usia dini
  2. PKK dan organisasi wanita mendorong kesadaran masyarakat untuk memproduksi dan mengkonsumsi pangan lokal yang aman
  3. Mengenal dan mangajarkan menu B2SA
  4. PKK dan organisasi wanita dapat melakukan pembinaan untuk pengembangan bisnis pangan lokal melalui pelatihan aneka pangan berbasis pangan olahan .